Tak Ada Ciptaan Allah SWT Yang Sia-Sia

ImagesSesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS al Baqarah: 164 )

Celurut adalah binatang pemakan serangga, nama latinnya Soricidae, mamalia kecil mirip tikus. Keberadaannya tersebar di seluruh dunia kecuali dua daerah kutub, Australia dan Selandia baru serta sebagian besar Amerika selatan. Di Indonesia dikenal dengan sebutan cecurut dengan kulit bludru yang pendek dan lebat. Matanya kecil dan kemampuan melihatnya terbatas.

Ada analisis jika hewan ini mengeluarkan bunyi ultrasonik untuk mengorientasikan diri dengan cara lokalisasi gema. Denyut nadinya mendekati 1000 permenit. Larinya cepat sambil mengeluarkan bunyi rendah mencicit dan sebentar-sebentar berhenti untuk memeriksa keadaan sekitarnya dengan menggunakan moncong panjangnya dan perasa.

Menjijikkan, kata itu sering keluar ketika kita melihatnya sambil menyeringai. Apalagi saat sedang melintas di jalan, ada celurut mati tergeletak dengan bau yang sangat menyengat. Yokimori seorang pedagang dari kota Jepang sempat muntah muntah ketika ada celurut mati di rumah beberapa hari lamanya. Dengan geram ia lantas membakar celurut itu sampai tinggal abunya saja.

Kesan, sikap atau perasaan jijik terhadap sesuatu adalah alamiah. Artinya, itu sudah menjadi tabiat dasar manusia untuk suka dan tidak suka terhadap apa yang diciptakan Allah di alam ini. Namun pernahkan kita mengamati dari kaca mata lain bahwa ada sesuatu yang sangat menguntungkan dari binatang yang—mungkin– kita anggap jijik tersebut. Bagaimana mengetahui bahwa sesuatu yang dianggap menjijikkan memiliki keuntungan ? Itulah tugas manusia memikirkannya. Dalam kitab An-Nawadir dikisahkan, ada seorang lelaki yang melihat seekor kumbang. Karena dianggap jelek bentuknya, ia pun berkata, “Makhluk ini sangat buruk. Rupanya jelek dan bau busuk. Apa yang dikehendaki Allah dalam menciptakannya ?”

Kemudian orang itu diuji Allah dengan penyakit kulit. Sudah cukup lama tidak sembuh, seakan tidak ada resep mujarab untuk mengobati. Orang-orang pintar didatangi tapi hasilnya nihil. Para tabib yang terkenal sekalipun tidak ada yang mampu menyembuhkan, sehingga ia putus asa atas penyakitnya itu. Suatu hari, ia mendengar suara seorang tukang tenun di jalanan. Ia menyuruh keluarganya agar memanggil tukang tenun itu. Keluarganya menganggap aneh permintaan tersebut, sebab mengobati penyakit bukanlah pekerjaan tukang tenun. “Apa yang bisa dilakukan seorang tukang tenun, padahal tabib-tabib yang kenamaan saja sudah kewalahan?”

Orang yang berperyakit tersebut memaksa agar tetap memanggil si tukang tenun tadi. Mungkin dia yakin jika tukang tenun itulah yang mampu mengobati penyakitnya. Dengan agak terpaksa dipanggilah tukang tenun itu. Ketika si tukang tenun melihat penyakitnya, tiba-tiba ia meminta seekor kumbang. Sarannya ini sempat menjadi bahan ejekan. “Mana mungkin kumbang bisa menjadi obat ?” cibir mereka.

Tetapi si sakit ingat akan peristiwa dahulu, ketika ia mencemooh kumbang. Karena itu ia memenuhi permintaannya. “Berikanlah apa yang diminta orang itu. Sebab dia lebih tahu apa yang akan dilakukannya,” ujar si sakit

Lalu keluarganya memberikan apa yang diminta oleh si tukang tenun. Binatang tersebut dibakar, dan debunya ditaburkan pada penyakit orang itu. Dengan kuasa Allah, penyakitnya sembuh. Kemudian orang yang sembuh penyakitnya tersebut berkata kepada banyak orang, “Ketahuilah bahwa Allah hendak menunjukkan kepadaku bahwa sesungguhnya di dalam tubuh makhluk-Nya yang paling hina sekali pun terdapat obat yang paling berguna. Dia Maha Bijaksana dan Maha Mengetahui Segalanya.”

Jadi, jangan memberi kemudahan bagi hati kita untuk berburuk sangka kepada ciptaan-Nya sekalipun buruk dalam pandangan umum. Who know’s ? Dibalik keburukan yang nampak tersimpan mutiara berharga. (Abdillah)

Satu Tanggapan

  1. Subhanallah,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: