Matahari, Sebuah Ungkapan Keyakinan dan Faktual Sejarah

Sleeping Sun
The sun is sleeping quietly
Once upon a century
Wistful oceans calm and red
Ardent caresses laid to rest
Nightwish – Oceanborn (1998)

Sepertinya matahari yang tenang, damai, dan tertidur .. apakah matahari memang damai? Apakah matahari? Ada yang tahu matahari? Mari kita tengok pelajaran sejarah sejenak, untuk mengenal matahari kita.

Tidak bisa dipungkiri pemujaan pada matahari merupakan bentuk yang paling awal dan natural ungkapan iman. Untuk manusia pada masa lalu, merupakan maha entitas, karena cahayanya, energi-nya, maka diyakini lah bahwa ada kehidupan, ada pergerakan, ada bentuk, dan selalu ada dimana-mana. Identifikasi matahari sebagai “sang maha” bisa ditemui pada bentuk-bentuk pemujaan dewa-dewa, seperti Mithra oleh bangsa Persia kuno; Horus, Amun, Atum, Aten, Khepri, Ra, Ptah oleh bangsa Mesir kuno, Apollo, Helios, Hyperion oleh bangsa Yunani kuno; Amaterasu oleh bangsa Jepang; Inti, Manco Capac I, Punchau bangsa Inca dan lain sebagai-nya. Baiklah, ini bukan pembahasan keyakinan berketuhanan matahari, tetapi yang harus digaris bawahi adalah, konsepsi “dinamika” matahari telah dipahami manusia dari jaman ke jaman, tentu saja dengan semantika-nya sendiri.

Sejarah kemanusian dan iman berkembang, walaupun pemujaan pada matahari tidaklah menjadi sentral keyakinan peradaban manusia, matahari tetaplah matahari, yang memberikan pengaruh pada peradaban dan kehidupan manusia di muka bumi. Kita tidak akan membahas tentang “berketuhanan matahari” lagi, tapi kita masih dalam jalur sejarah, kita masuki abad pertengahan. Pastinya semua sering mendengar adanya jaman es, disuatu masa jauh sebelum perdaban manusia? Tapi apakah ada yang mendengar adanya jaman es kecil? Disuatu masa di abad pertengahan, terjadilah yang disebut sebagai jaman es kecil ini. Mengapa bisa demikian? Tidak ada dokumentasi sejarah mencatat dengan tepat tentang fenomena ini, tetapi banyak catatan-catatan sejarah yang bisa digunakan untuk menunjukkan bahwa memang terjadi “pendinginan” bumi pada masa tersebut. Bisa dikatakan bahwa awal terjadinya masa musim dingin ini mengalami rentang 400 tahun, dari 1250 ketika gunungan es atlantik mulai berkembang, 1300 ketika musim panas mulai tidak bisa diharapkan terjadi di eropa utara, 1315 ketika terjadi hujan terus-menerus dan kelaparan hebat, 1550 secara teoritis dinyatakan adanya ekspansi glacial global, dan 1650 ketika klimatik minimum yang pertama terjadi. Ilmuwan masih belum bisa memberikan penjelasan yang memuaskan, mengapa terjadi “jaman es kecil ini”, tetapi ada satu kandidat kuat penyebab terjadinya fenomena. Pada periode 1645-1715, aktivitas matahari sangat-sangatlah rendah. Aktivitas matahari ditandai dengan teramatinya bintik matahari (Bintik matahari adalah suatu daerah di permukaan matahari yang relatif lebih “dingin” dari sekitarnya; 5000 K, dibandingkan lingkungannya yang 6000 K; dan menjadikan daerah tersebut lebih gelap dari sekitarnya, membentuk noda-noda hitam pada permukaan matahari). Bahkan ada beberapa tahun, dimana bintik matahari tidak teramati sama sekali. Periode ini dikenal dengan nama Maunder Minimum.

Meskipun pemahaman akan hubungan aktivitas matahari dan iklim global dibumi masih menjadi kajian yang terus menerus digali, tetapi memang ada korelasi yang cukup kuat aktivitas matahari memberikan pengaruh pada iklim global. Kita akan melihatnya. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi manusia, semakin kita mencoba mengenali dan memahami matahari, dan fenomenanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: